Prof  Dr Hasbullah SAg MSi  Bukan Orang Lain bagi IAITF Dumai, Selamat Jalan Prof

Advertisements

BUALNEWS.COM –– Setiap aku tanya dan mau berkonsultasi tentang pendidikan selanjutnya, apa mau diambil dan nanti tak linier, sesuai alam pikiranKu maka dia selalu bilang ambil ajalah. Yang penting, kuliah dan bisa diselesaikan. Jangan lama-lama berpikir penting masih satu rumpun ilmu yang sama.

Demikian pula dengan soal lainnya di dunia akademik, jurnal ilmiah kampus dan terutama tanggungjawab di Lembaga Penjaminan Mutu (LPM)  terkait akreditasi kampus.  Dialah soko guruKU di dunia akademik, Prof Dr Hasbullah SAg  M Si.  Selain di kampus IAITF Dumai juga ada Dr HM Rizal Akbar M.Phil sebagai Ketua Yayasan dan Dr H Ahmad Rozai Akbar MH sebagai Rektor IAITF Dumai yang selalu mengajar dan menjadi pengarah yang baik.

BagiKu, dunia akademik dan pengelolaanya adalah hal yang baru dan dialah tempat aku banyak bertanya dan belajar tentang dunia akademik dan kerenahnya.  Tapi kalau soal dunia penerbitan media, jurnalistik dan tulis menulis memanglah itu duniaKu selama 25 tahun. Sehingga ada beberapa rencana penelitian sudah kami rancang bersama dengan tujuan terpublikasi di Scopus akan tetap terus diperjuangkan.

Soal hubungan kami, sangatlah dekat sekali. Memanglah kami satu kampung, Desa Bukit Batu dan kefasihan dalam  memahami belajar agama kami sama-sama dibesarkan dari seorang ulama besar tanah Pulau Bengkalis yaitu Ustad Mill dan H Abdullah HM di MA YPPI Bengkalis. Walau selesai MA YPPI dia melanjutkan ke IAIN Susqa (UIN Suska Riau “Red) sedang aku yang juniornya lebih memilih melanjutkan ke Universitas Riau. Kami memiliki cara berpikir yang sama tekad  terus melangkah dan maju dalam hal pendidikan. Tapi dia, lebih tunak dan menyelami di dunia akdemik hingga capai profesor yang baru beberapa minggu diraihnya. Itu sebuah kebanggan bagi kami. Ada anak kampung kami (Bukit Batu’Red) bisa meraih jenjang prof.

Baca Juga :  Setuju Timnas Malaysia Mundur dari Piala AFF 2020?

Hari ini, Selasa (17/10/2023) pukul 12.00 lewat, dapat kabar bahwa dirimu sudah pergi buat selamanya. Padahal beberapa hari lalu, sempat mengingatkan begitu dapat kabar dia masih melakukan kuliah zoom dengan dosen calon penerima serdos diatas tempat tidur di rumah sakit. “Dengan begini (ngajar’red) jadi sehat. Besok atau lusa baleklah,” itulah jawabnya. Padahal dia sudah beberapa hari di rumah sakit. Sehari sebelumnya,  dapat kabar sudah balik ke rumah.  Paginya, dapat kabar masuk ruang ICU. Doa terus dipanjatkan buat kesehatannya. Siangnya, aku nelpon keponaan katanya masih diruang ICU. Sekitar 15 menit setelah itu, memastikan kabar terbaru. Rupanya, ia mengatakan “Pak Long (Prof Dr Hasbullah M.Si ‘Red) sudah tak ada paman,” tegasnya dengan suara sedikit tertahan. Mendengar kabar itu, seperti tidak percaya tapi itulah kenyataannya

Selamat jalan wak prof, saudagho, sahabat, guruKU, abang dan Allah SWT lebih sayang kepadaMu dan menjagamu. Satu pekerjaan kita dan janji kita bersama adalah akan menjaga nama baik kampung kita (Bukit Batu “Red) dan membesarkannya melalui tulisan atas ketamaddun besar Laksamana Raja Dilaut Bukit Batu, sosial, budaya dan ke tamadun sepanjang pesisir Selat Melaka akan tetap diteruskan.

Bagi kampus IAITF Dumai,  Prof Dr Hasbullah SAg M.Si bukanlah orang lain. Apalagi dengan ketua Yayasan, Dr HM Rizal Akbar M.Phil. Dimana mereka adalah sama-sama aktif di Pramuka di Pulau Bengkalis saat masih jenjang SLTA. DImana ketua yayasan sekolah di SMAN 2 Bengkalis sedangkan Prof adalah siswa di Madrasah Aliyah (MA) YPPI Bengkalis. Pramuka selalu bersaing dalam setiap kegiatan yang digelarkan. Tapi sekarang nereka selalu dipertemukan di dunia akademik.

Sedangkan dengan Rektor IAITF Dumai, Dr H Ahmad Rozai Akbar SAg MH dengan Prof Dr Hasbullah mereka adalah sama-sama orang syariah. Sehingga dalam berkomunikasi dengan sama-sama orang Syariah pun punya cara tersendiri. Maka tidak heran kalau, Prof memiliki hubungan dekat dan bukan orang lain bagi kampus Institut Agama Islam (IAITF) Dumai sehingga Prof adalah teman baik untuk melakukan diskusi.

Baca Juga :  Ketua Yayasan dan LPM IAITF Dumai Sosialisasikan Akreditasi LAM

Hal paling dirasakan adalah terkait Akreditasi Kampus dan Akreditasi Jurnal yang hingga kini terus progres menunju sinta dan satu jurnal dipersiapkan untuk scopus. Bimbingan dalam pengelolaan jurnal masih disempatkannya saat  September 2023 lalu mengisikan materi penulisan artikel jurnal ilmiah kepada para guru di Kota Dumai diseleggarakan IIAITF Dumai. Walaupun tujuan pokok datang ke Kampus IAITF Dumai bersama beberapa  anggotanya dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Suska adalah dalam berbagai ilmu tentang Audit Mutu Internal (AMI) . Setelah dibuka acara maka dibagi 2 tim yaitu Prof dan 1 rekannya di aula Workshop Karya Tulis Ilmiah dan satu tim lagi bersama tim LPM IAITF Dumai mendengarkan terkait beberapa aturan, instrumen pelaaksanaan AMI diperguruan tinggi.

Keceriaan, bergaul yang luwes dan punya kekhasan dalam menyapa membuat orang cepat akrab dengannya.  Bagi kami di Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan pengelola jurnal lIAITF Dumai sangat merasa kehilangan. Kehilangan tempat untuk berkonsultasi, berbagi ilmu atau meminta dengannya terkait pengelolaan jurnal dan akreditasi kampus. Civitas akademika IAITF Dumai sangat berterima kasih bimbngannya, ilmunya semoga menjadi amal ibadah yang baik. Kami juga bersaksi Prof Dr Hasbullah SAg MSi adalah orang baik. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya dan menerima segala amal ibadahnya. Keluarga ditinggalkan selalu sabar dan ikhlas menerima cobaan ini. Selamat Jalan Prof Dr Hasbullah SAg MSi, nama dan jasa baikmu selalu kami (IAITF DUMAI’Red)  kenang.  ***

Penulis : Dawami S.Sos M.I.Kom, Dosen dan Ketua Penjaminan Mutu (LPM) IAITF Dumai.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *