Asismen Lapangan BAN-PT Prodi Ekonomi Syariah IAITF Dumai dalam Sebuah Catatan

BUALNEWS.COM –– HARI ini, Jumat. 4 November 2022 dan besok Sabtu, 5 November 2022 adalah hari istimewa buat sebuah pengalaman baru di dunia akademik. Kenapa pengalaman baru, hampir separuh dari umur dihabiskan di ruang redaksi  grup media  besar menguasai pasar koran di Aceh, Sumut, Sumbar. Kepri dan Riau sendiri sebagai induk, itulah Riau Pos Grup.

Bermula 2017, saat ditawari menjadi dosen oleh Rektor dan dipanggil Yayasan. Dan baru serius masuk dalam.pengelolaan di dalam struktur dengan amanah membangun pondasi Studio Tafidu TV dan Pojok Literasi yang hari ini menjelma menjadi ‘sesuatu’ buat kami dan banyak hari-hari, waktu, detik dihabiskan berdiskusi di kampus dengan visi menjadi Kampus Terunggul di Kawasan Pesisir Selat Melaka dan itulah Kampus Sang Pemimpin, Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai.

Sejarah hidup dari ritme waktu kembali membuat cerita. Tepatnya, pukul 08.00 Wib bertempat di lantai 2 aula pertemuan IAITF Dumai maka kegiatan Assismen Lapangan (AL) Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah (Eksya) Fakultas Ekonomi Islam, IAITF Dumai dilaksanakan dengan Asismen Lapangan Secara Daring oleh Badan  Akreditasi Nasional (BAN-PT) Akreditasi Program Studi Ekonomi Syariah Institut Agama  Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai oleh Dr H Eficandra S.Ag  M.Ag dari Institut Agama Islam Negeri Batu Sangkar, dan Dr H Muhammad Yasir Yusuf MA dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

Hari ini, posisi saya tidak sebagai wartawan, redaktur, koordinator liputan. redaktur pelaksana, manager atau pemimpin redaksi apalagi sebagai Deputi GM. Tapi hari ini,  dalam jabatan masuk yang akan ditanya tim Asismen Lapangan adalah sebagai Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IAITF Dumai.

Soal persiapan, jangan ditanya. Tim akteditasi sudah berkerja 1 tahun. Bolak balik Pekanbaru , dikarantina hingga harus belajar diawalnya ke Tim Akreditasi UIN Suska Riau, Universitas Riau, STIE Syariah Bengkalis, itulah cerita awal masuk ke pekerjaan menyiapkan akreditasi perguruan tinggi dengan 9 standar. “Kita ini seperti masuk hutan belantara,” itulah kalimat selalu disampaikan Ketua Tim Akreditasi Dr H Rizal Akbar M.Phil ketika mengawali pengerjaan akreditasi 9 standar.

Berkat. Pelatihan workshop seminar yang dilakukan banyak lembaga termasuk Kopertais Wilayah XII Riau-Kepri  dan UIN Suska Riau maka banyak alur, pencerahan serta teruraikan satu persatu dalam sistematika pekerjaan yang harus dilakukan.

Inilah kali pertama dan pengalaman pertama mengikuti, mempersiapkan dan ditanyakan langsung Tim Assesor BAN-PT sebagai Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM)  IAITF Dumai. Seperti mau ujian Tesis aja. Rasa grogi, suka cita dan rasa lainnya bercampur aduk. Walaupun sebagai ketua LPM dapat giliran setelah tim assesor banyak bertanya terkait Laporan (LKPS) dan bisa dijawab Dekan Fakultas Ekonomi Islam IAITF Dumai ibu Susiana MA, diperjelas dengan Ketua Tim Akreditasi , Dr HM Rizal Akbar M.Phil dan anggota tim dipercaya mengerjakan LKPS yang juga Direktur Pusat Pelayanan Terpadu (P2T) IAITF Dumai, Dr (Cand) Windayani M.Pd.

Banyak hal dan pengalaman  dari sebuah ilmu tentang penjaminan mutu yang didapat dan harus dilengkapi. Baik sebagai syarat perlu dan syarat terpenuhi peringkat. Dalam penjamin mutu maka keberadaan empat buku  standar Sistem Penjamin Mutu Internal ( SPMI)  yaitu Buku Standar Kebijakan SPMI,  Buku Standar Mutu SPMI, Buku Standar Manual SPMI dan Buku Standat Formulir SPMI.

Disamping itu, pemenuhan 9 kriteria dari akreditasi yang umumnya lebih dikenal dengan C1 hingga C9 adalah bahagian penting yang harus dilengkapi, dikerjakan dan teradministrasi dengan baik. Tentulah dengan terpenuhinya PPEPP yaitu penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian dan peningkatan. Artinya, setiap yang dikerjakan harus dilengkapi pedoman,  SOP  panduan survei,  hasil survei, monev dan tindak lanjut dengan tidak meninggalkan hal-hal bersifat administratif lainnya. Apa itu hal administratif ? Ada undangan, absensi, notulen rapat, dokumentasi dan berita acara. Sepele memang tapi yang terdokumentasi dan terbuktikan secara PPEPP adalah menjadi kewajiban saat akreditasi. Belum lagi terkait 24 standar mutu dikenal dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Tambahan (IKT) sebagai kekhasan atau keunggulan, pembeda sebagai penjabaran serta pengembangan Visi, Misi, Strategi dan Tujuan IAITF, Fakultas dan Prodi.

Dan inilah pertanyaan serta harus dijawab dengan pembuktian dalam bentuk dokumen dan tidak berwacana atau sekedar bicara. Terkait Renstra, Renop dan RIP juga menjadi pertanyaan dalam peran LPM menjalankan PPEPP. Sejumlah rekomendasi sebagai catatan pun disampaikan kedua Asesor Lapangan (AL) dengan mengawali bahwa tujuan BAN-PT melakukan Asismen Lapangan adalah untuk memotret SPMI dan apakah ada peningkatan. “Yang jelas, budaya mutu akademik bisa berjalan dengan baik dan itulah harapan BAN -PT melaksanakan  AL,”  ungkap Dr H Muhammad Yasir Yusuf MA dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh dan Dr H Eficandra S.Ag  M.Ag dari Institut Agama Islam Negeri Batu Sangkar. Tentulah sebuah harapan besar kami dari AL Prodi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi Islam, IAITF Dumai ini bisa lebih kokoh berdiri dan hasil akhir adalah SANGAT BAIK. ***

Penulis: Dawami, S.Sos, M.I.Kom, Dosen dan Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IAITF Dumai.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *