ICMI Orwil Riau Taja Diskusi dan Bedah Buku “Bertanya Kepada Allah”

BUALNEWS.COM- Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Riau, Selasa (13/9/2022) menaja Diskusi dan Bedah Buku bertajuk “Bertanya Kepada Allah”. Buku ini ditulis oleh Prof Dr H Alaidin Koto MA, yang juga Ketua ICMI Riau.

Acara ini dilaksanakan secara semi formal, santai tapi serius. Salah satu ruangan di Hotel Furaya, Jalan Jendral Sudirman Pekanbaru, nampak ramai diisi para tokoh dan cendikia muslim se Riau.

Tiga tokoh yang diberi kesempatan sebagai pembedah buku ini, yakni Dr H Saidul Amin yang juga Rekor UMRI, Dr drh H Chaidir MM yang pernah jadi Ketua DPRD Riau, dan H Husnu Abadi yang sehari-hari sebagai akademisi dan dikenal juga sebagai pengamat tata negara dari Riau.

Diskusi dan bedan buku yang dipandu moderator H AZ Facri Yasin ini berjalan penuh semangat. Walau buku yang didiskusikan ini kesannya berisi hal-hal yang serius. Tapi, lewat diskusi ini dibahas dan dibedah dalam suasana lebih santai dan humoris.

Dalam sambutannya, penulis buku Prof Alaidin menyampaikan alasannya, kenapa ia menulis buku berjudul seperti itu. Menurutnya, bertanya kepada manusia saat ini justru tidak mendapatkan jawaban yang sesuai.

Bahkan di bagian cover belakang buku Prof Alaidin menulis: Bila pertanyaan-pertanyaan itu diberikan kepada manusia, baik yang kini sedang berada di lingkungan kekuasaan, maupun yang bukan, akan muncul jawaban bermacam-macam, dan tidak polemis, sangat politis, saling menyalahkan dan lain sebagainya.

“Jawaban-jawaban seperti itu tentu bukan hanya menjadi penawar bagi suasana yang sudah panas, tetapi justru semakin memperpanas dan semakin memperparah perpecahan di kalangan internal bangsa Indonesia sendiri,” tulis Prof Alaidin.

 

Serunya lagi, audiens diskusi dan bedah buku ini ada pula mahasiswa UIN Suska dari negeri jiran, Malaysia. Ia sedang mengikuti dan menjalani program doktoral.

Dari tanggapan mahasiswa asal Malaysia ini, dirinya sangat setuju dengan isi buku tersebut. Menurutnya, kondisi ini tidak saja di Indonesia tetapi juga terjadi di Malaysia. Negeri ini, kata dia, perlu new leader yang memimpin dengan baik, agar negeri ini bisa maju dan sejahtera.

Audiens yang hadir sangat antusias untuk menanggapi dan bertanya. Dan, waktu dibatasi waktu, ada 11 penanggap yang diberi kesempatan. Itu pun hanya 6 penanggap yang bisa diberi tanggapan kembali oleh para pembedah buku.

Di akhir sesi diskusi dan bedah buku, penulis buku Prof Alaidin menyebutkan, buku itu ia tulis adalah sebagai pemantik saja. Ia berharap, kedepan negeri Indonesia ini, juga Riau akan menjadi lebih baik. ***

Editor: Wadami

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *