KARYA CERPEN 1 (TERBAGUN DARI BISIKAN PAHLAWAN)

Advertisements

TERBAGUN DARI BISIKAN PAHLAWAN

         Namaku sigit aku  merupakan anak dari pengusaha tambang batu bara yang kaya raya,hidup aku elegan,apa saja yang ku ingin tentu bisa kudapatkan,tetapi kalau soal belajar di sekolah yahh aku bukan orangnya sebab aku sering bolos sekolah,sering tidak mengerjakan tugas,bahkan aku pernah tidak ikut ulangan atau ujian kelas.

Ketika itu aku sekolah di suatu sekolah menegah kejuruan negeri (SMKN) dan aku masih kelas X .Awalnya sih aku masih sering belajar seperti mana seorang pelajar biasanya aku datang tepat waktu,sering mengerjakan tugas sekolah,bahkan aku pernah mendapatkan nilai tertinggi di kelas saat ulangan dan aku pun pada saat itu memiliki banyak teman  salah satu  nya yaitu sudio tapi aku memanggilanya dio .dio adalah teman terbaik aku  tapi itu dulu.Kami dulu juga pernah berikrar akan membagun negeri kami kearah yang lebih maju.

Namun sayang itu semua berubah ketika aku mengenal dunia digital awalnya sih aman–aman saja tetapi berangsur-angsur aku menjadi tidak peduli lagi dengan kehidupan luar dan aku asik dengan kehidupan aku sendiri,bahkan aku merasa bahwa negeri aku ini ngak keren seperti negar-negeri lain atau dengan kata lain (kuno) timbullah rasa malas untuk belajar.Beribu pertayaan timbul di benakku “untuk apasih kita belajar kan sekarang udah canggih teknologinya,Semuanya udah bisa kita dapatkan di dalam  teknologi” yahhh sungguh pemikiran naïf sih.

Sebulan kemudian aku datang ke sekolah dan aku terlambat sebab aku kesiangan aku pun dihukum  untuk membacakan pancasilla dulunya sih aku hafal tapi karna aku udah ngak peduli lagi dengan hal-hal seperti itu yah aku lupa .hal ini berulang-ulang  sampai pada minggu besoknya aku melihat dio juga terlambat aku sebenarnya ingin menyapanya tapi yah biasa gengsi “masak aku harus menyapa orang  kampung ini“ hatiku berbicara.

Baca Juga :  Ratu Elizabeth Tertular COVID-19

Setelah kami mencabut rumput kami pun dikumpulkan dan disuruh  untuk  hormat bendera ditengah lapangan .dio pada saat itu berada di sampingku tiba-tiba dio bertanya kepada ku“bro lu kenal sigit ngak” aku terdiam sejenak dengan ekspresi kebingugan lalu dio berbicara lagi “iya sigit itu  teman gua dia orangnya sangat baik,tepat waktu,sopan, terlebih lagi kami sudah pernah berikrar akan membawa negeri ini kearah yang lebih maju” aku bungkam seribu kata dengan ucapan dio itu lalu dio berkata lagi ”gua tahu kalau teknologi sekarang itu keren gua tahu juga untuk apasih kita belajar padahal teknologi kan udah canggih ,tapi dia belum tahu bahwa untuk apa kita hidup kalau kita tidak belajar dari pengalaman, dari kegagalan, dan dari pegorbanan”.lanjut dio berkata “yah kalau seluruh rakyat Indonesia pada waktu itu berpikir seperti dia gua yakin ngak ada ini yang namanya sekolah,gua yakin ngak ada yang namanya kedamaian, kebebasan seperti sekarang,percuma mereka berteriak merdeka dari sabang sampai merauke,supaya apa supaya kita dapat bebas dalam belajar    dan  agar tidak  dapat dibodoh-bodohi lagi percuma ,percuma bro.

Aku hanya dapat terpaku diam dibalik bendera kala itu .setelah itu guru bk pun datang dan bertanya kepada ku coba sebutkan isi pancasila yah untuk kesekian kali nya aku bungkam tidak bisa menjawab.lalu pertayaan itu ditanyakan kembali kepada dio ,dio dengan mudah menjawabnya dan dia  diizinkan untuk masuk ke kelas.

Sebelum dio pergi dio berkata “bro Indonesia merdeka  bukan karna style ,bukan karna teknologi,bukan karna kecanggihan tetapi Indonesia merdeka hingga sampai saat ini sebab keteguhan,keyakinan,persatuan,dan pegorbanan dari seluruh rakyat bangsa ini semoga kau cepat sadar git”.aku meratapi sang saka berkibar diirigi tangisan bukan airmata namun rasa malu dengan apa yang kulakukan selama ini dan disaat itu juga aku seperti terbagun dari bisikan bayagan  seorang pahlawan dari hari itulah aku berubah menjadi siswa yang akan selalu mengabdi kepada nusa dan bangsa dan hubugan ku dengan dio kembali membaik seperti dahulu.Sigit yang dahulu telah kembali semoga ikrar ku dan dio akan menjadi keyataan.Jayalah terus bangsa ku untuk selama-lamanya.

Baca Juga :  Likuran dan Tradisi Lampu Colok

~BERPIKIRLAH DENGAN CARA  SEORANG PEJUANG BUKAN BERPIKIR DENGAN CARA SESEORANG YANG MENCARI ALASAN UNTUK BERPUTUS ASA~

                                                       NAMA :M.NABIL DAWAMI

KELAS  : XI TKJ 1 SMKN 2 DUMAI

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *