PERBEDAAN ANTARA IPV4 DAN IPV6

PERBEDAAN ANTARA IPV4 DAN IPV6

IPV6 Merupakan perbaruan dari jenis IPV4 yang sudah lahir terlebih dahulu.Sebenarnya IPV ini merupakan kepanjagan dari (Internet Protokol Version) atau bisa kita simpulkan bahawa protokol yang digunakan dalam tipe penggunaan ip address yang kita gunakan sebagai bagian penting dalam mengakses internet di dunia digital sekarang.Lalu apa yang mendasari perbedaan fungsi penggunaan dari kedua tipe protokol jaringan yang kita gunakan di dunia digital sekarang ini?

PENGERTIAN IPV4

IPv4 adalah alamat IP yang paling umum digunakan, dengan panjang 32-bit dan empat bagian (oktet) yang dipisahkan oleh titik. Nilai setiap oktet berkisar dari 0 – 255. Kepanjangan IPv4 yaitu Internet (Protocol version 4). Yang menjadi Protokol yang paling digemari oleh pengunaan bagi orang awam tentang struktur jaringan.

BERIKUT CONTOH DARI IPV4

192.168.50.20/24

10.10.10.1/30

PENGERTIAN IPV6

IPV6 singkatan dari (Internet Protocol Version 6) yang merupakan sebuah protokol yang lebih muktahir dan fitur yang lebih bagus dibanding IPV4. Dengan memiliki kemampuan untuk memberikan angka alamat yang jumlahnya tidak terbatas karena IPV6 memiliki atau mengunakan 128 bit. IPv6 mempunyai misi utama untuk menggantikan IPV4 dalam rangka untuk mengakomodir pertumbuhan penggunaan angka dari jaringan di seluruh dunia dan membantu menyelesaikan masalah alamat IP yang kelelahan atau penggunaan yang over. Struktur pengunaan IPV6 ini sebanyak 128-bits yang tersusun dari 8 blok (memiliki ruang alamat IP lebih besar, sehingga masih available untuk beberapa dekade kedepan)

BERIKUT CONTOH DARI IPV6

00:0000:0000:0000:1/32

2001:db8:0:0:0:0:0:1/32
2001:db8::1/32

PERBEDAAN ANTAR IPV4 DAN IPV6

IPV4

  • Memiliki 10 basic header field
  • multicasting terbatas
  • fitur iipsec dapat diterapkan,namun terbatas
  • terdiri dari Desimal 0-9
  • tiap blok memiliki 8 bits
  • memiliki struktur 32 bits yang tesusun menjadi 4 bagian blok Sehingga kuota nya sebentar lagi akan habis.

IPV6

  • Memiliki 6 basic header field
  • Semua sudah multicasting
  • terdapat fitur ipsec (Internet Protocol Security) sehingga lebih aman
  • terdiri dari Heksadesimal 0-F
  • tiap blok memiliki 16 bits
  • memiliki struktur 128 bits yang tesusun menjadi 8 bagian blok Sehingga memiliki ruang yang sangat banyak sehingga bisa menjadi cadagan ip dimasa depan
  • tidak memerlukan Nat untuk End to End Communication
  • tidak memerlukan DHCP Server (Stateless Mechanism host/client dapat melakukan konfigurasi otomatis alamat IPv6)

PERBEDAAN FITUR ANTAR IPV4 DAN IPV6

Fitur Perbedaan
IPv4: Jumlah alamat menggunakan 32 bit sehingga jumlah alamat unik yang didukung terbatas 4.294.967.296 atau di atas 4 miliar alamat IP saja. NAT mampu untuk sekadar memperlambat habisnya jumlah alamat IPv4, namun pada dasarnya IPv4 hanya menggunakan 32 bit sehingga tidak dapat mengimbangi laju pertumbuhan internet dunia.

IPv6: Menggunakan 128 bit untuk mendukung 3.4 x 10^38 alamat IP yang unik. Jumlah yang masif ini lebih dari cukup untuk menyelesaikan masalah keterbatasan jumlah alamat pada IPv4 secara permanen.

Routing
IPv4: Performa routing menurun seiring dengan membesarnya ukuran tabel routing. Penyebabnya pemeriksaan header MTU di setiap router dan hop switch.

IPv6: Dengan proses routing yang jauh lebih efisien dari pendahulunya, IPv6 memiliki kemampuan untuk mengelola tabel routing yang besar.

Mobilitas
IPv4: Dukungan terhadap mobilitas yang terbatas oleh kemampuan roaming saat beralih dari satu jaringan ke jaringan lain.

IPv6: Memenuhi kebutuhan mobilitas tinggi melalui roaming dari satu jaringan ke jaringan lain dengan tetap terjaganya kelangsungan sambungan. Fitur ini mendukung perkembangan aplikasi-aplikasi.

Keamanan
IPv4: Meski umum digunakan dalam mengamankan jaringan IPv4, header IPsec merupakan fitur tambahan pilihan pada standar IPv4.

IPv6: IPsec dikembangkan sejalan dengan IPv6. Header IPsec menjadi fitur wajib dalam standar implementasi IPv6.

Ukuran header
IPv4: Ukuran header dasar 20 oktet ditambah ukuran header options yang dapat bervariasi.

IPv6: Ukuran header tetap 40 oktet. Sejumlah header pada IPv4 seperti Identification, Flags, Fragment offset, Header Checksum dan Padding telah dimodifikasi.

Header checksum
IPv4: Terdapat header checksum yang diperiksa oleh setiap switch (perangkat lapis ke 3), sehingga menambah delay.

IPv6: Proses checksum tidak dilakukan di tingkat header, melainkan secara end-to-end. Header IPsec telah menjamin keamanan yang memadai

Fragmentasi
IPv4: Dilakukan di setiap hop yang melambatkan performa router. Proses menjadi lebih lama lagi apabila ukuran paket data melampaui Maximum Transmission Unit (MTU) paket dipecah-pecah sebelum disatukan kembali di tempat tujuan.

IPv6: Hanya dilakukan oleh host yang mengirimkan paket data. Di samping itu, terdapat fitur MTU discovery yang menentukan fragmentasi yang lebih tepat menyesuaikan dengan nilai MTU terkecil yang terdapat dalam sebuah jaringan dari ujung ke ujung.

Configuration
IPv4: Ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara manual.

IPv6: Memiliki fitur stateless auto configuration dimana ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara otomatis.

KELEBIHAN IPV6

Lebih Cepat — tak bergantung dengan NAT (Network-Address Translation). Hal ini membuat proses transfer data bisa lebih cepat.

Lebih Efektif — memiliki ukuran routing table lebih sedikit dari IPv4. Ini membuat proses routing lebih tersusun rapi dan efektif

Lebih Aman — dibekali kemampuan enkripsi untuk membuat proses pertukaran data lebih aman. Lalu, juga lebih siap menangkal serangan ke ARP (Address Resolution Protocol) yang bisa mengalihkan trafik dan memanipulasinya.

Bandwidth Lebih Hemat — mendukung multicast sehingga membuat penggunaan bandwidth lebih hemat. Sebab, pertukaran data yang rakus bandwidth bisa dikirim ke berbagai tujuan secara bersamaan.
Konfigurasi Lebih Mudah — Konfigurasi IP address berjalan secara otomatis sehingga jauh lebih mudah dan praktis.

Lebih Cocok untuk Mobile — Koneksi pada perangkat mobile bisa lebih cepat. Sebab, koneksinya tak perlu melewati NAT yang akan memakan waktu.

KEKURANGAN IPV6

Kompatibilitas belum optimal — kebanyakan perangkat yang mengakses internet masih menggunakan IPv4. Jadi, dukungan infrastruktur dan jaringan IPv6 belum menyeluruh.

Tren peralihan yang lambat — walaupun sudah dikenalkan sejak 1995, penggunaan IPv6 baru mencapai 35% saja di dunia.

KESIMPULAN

Dengan kelebihan yang ditawarkan IPv6, banyak website populer dunia yang mulai mengadopsi nya. Contohnya Facebook (2a03:2880:f12c:83:face:b00c:0:25de) dan Wikipedia (2620:0000:0861:ed1a:0000:0000:0000:0001).Pada dasarnya IPv6 merupakan perkembangan dari versi terdahulunya yaitu IPv4. Namun tentunya dengan perkembangan yang lebih baik. IPv6 memiliki range yang lebih luas dan lebih besar daripada IPv4. Sehingga ketika sewaktu-waktu IPv4 telah penuh lalu lintas jaringan dunia tidak sepenuhnya lumpuh dikarenakan IPv6 masih ada dan bisa dikatakan sangat cukup untuk kuota pengunan ip jaringan didunia untuk beberapa dekade selanjutnya.Intinya perkembagan jaringan harus didasari fungsi dan manfaat untuk masa depan agar tidak merusak kehidupan.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.