Letak dan Posisi Strategis Selat Melaka

Advertisements

BUALNEWS.COM — Selat Malaka terletak di antara Pulau Sumatera dan Semenanjung Melayu, sehingga selat itu sebut sebagai jalur internasional. Hal tersebut lantaran, beberapa negara menggunakan jalur tersebut sebagai jalur perlintasan kapal pengangkut bahan bakar dan bahan industri berbagai negara, hingga beberapa negara bergantung pada keamanan dan keselamatan di Selat Malaka.

Selat Melaka, menjadi jalur pelayaran utama yang menghubungkan Samudera Hindia dan Laut China Selatan. Posisi strategisnya membuatnya menjadi salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia, vital bagi perdagangan global dan keamanan maritim.

Selat Melaka disebut posisi strategis karena letaknya yang memainkan peran krusial dalam perekonomian global dan keamanan maritim. Jalur ini menghubungkan dua wilayah penting, yaitu Samudera Hindia dan Laut China Selatan, menjadi jalur pelayaran utama bagi perdagangan internasional. Kepentingan strategisnya terletak pada fakta bahwa sebagian besar perdagangan dunia, khususnya ekspor minyak dan barang-barang dari Timur Tengah dan Asia Tenggara, melintasi Selat Melaka. Kontrol terhadap jalur ini memberikan pengaruh besar dalam hal ekonomi, keamanan, dan geopolitik di kawasan tersebut.

Selat Melaka menjadi tempat strategis perdagangan adalah salah satu tempat yang selalu masuk jika membahas sejarah Indonesia.
Indonesia yang dulu dikenal sebagai Nusantara mengalami perubahan berbagai peradaban karena aktivitas perdagangan yang terjadi di Selat Malaka. Nusantara dulunya tidak memiliki kerajaan, karena rakyatnya hidup berkelompok sebagai suku-suku. Pedagang dari India dan Tiongkok yang membawa agama Hindu dan Buddha menyebabkan munculnya kerajaan bercorak Hindu Buddha.

Setelah itu, datangnya pedagang dari Timur Tengah yang membawa ajaran Islam pun menyebabkan pergantian peradaban dengan munculnya kerajaan Islam di Nusantara.
Posisi strategis Selat Melaka membuatnya menjadi salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia. Selat ini merupakan jalur utama yang menghubungkan Samudera Hindia dengan Laut China Selatan, memungkinkan arus lalu lintas kapal dagang dan pelayaran internasional. Kepentingan ekonomis dan strategis Selat Melaka terletak dalam fakta bahwa sebagian besar perdagangan dunia, terutama ekspor minyak dan barang-barang dari Timur Tengah dan Asia Tenggara, melintasi jalur ini. Selain itu, Selat Melaka juga memiliki implikasi keamanan, dan kontrol terhadap jalur ini dapat memberikan kekuatan strategis di tingkat geopolitik.

Baca Juga :  Pulau Rupat dalam  Ceruk Peradaban Selat Melaka

Karakteristik Selat Malaka
– Selat Malaka berada di antara Semenanjung Malaysia yakni di sekitar Singapura, Malaysia dan Thailand, dengan Pulau Sumatra (Aceh, Sumatra Utara, Riau dan Kepulauan Riau), Indonesia.
– Letak astronomis selat Malaka adalah 95′ BT – 103′ BT.
– Selat Malaka yang hanya memiliki lebar sekitar 2,4 km.
– Selat Malaka memiliki satu titik bernama selat Philip yang menjadi jalur pelayaran termacet dan terpenting di dunia.
– Selat Malaka memiliki panjang 800 kilometer dengan lebar 65 kilometer di selatan yang melebar ke utara hingga 250 kilometer.

Alasan Selat Malaka Menjadi Tempat Strategis Perdagangan :
1. Selat Malaka merupakan jalur utama yang menghubungkan antara timur dan barat.
Tidak heran, karena sebenarnya Selat Malaka ini sudah menjadi jalur utama sejak masa awal peradaban manusia di Nusantara.
2. Letak Selat Malaka adalah Jalur Sutra laut yang menguntungkan.
Jalur Sutra merupakan jalur perdagangan internasional kuno, yang menghubungkan peradaban Tiongkok di Timur dengan dunia Barat. Penamaan jalur sutra mengacu pada perdagangan sutra semasa Dinasti Han (206 SM-220 M) karena saat itu hanya Tiongkok yang memproduksi sutra. Jalur Sutra laut atau Jalur Sutra maritim yang menghubungkan daratan Tiongkok dengan negara Barat. Jalur Sutra maritim ini melewati sejumlah lautan, seperti Laut China Selatan, Selat Malaka, Samudra Hindia, Teluk Benggala, Laut Arab, hingga Laut Merah.
3.  Selat Malaka adalah rute terpendek yang menghubungkan tiga wilayah, yaitu Nusantara, Tiongkok dan India.
Pedagang Tiongkok dan India memanfaatkan Selat Malaka untuk berdagang dan bersosialisasi.
4. Selat Malaka berada di dekat garis khatulistiwa.
Karena terletak di dekat garis khatulistiwa, Selat Malaka memiliki iklim tropis yang memudahkan para pedagang berbaur tanpa gangguan musim dingin yang membatasi pelayaran.
5. Pelayaran melalui Selat Malaka memiliki lebih sedikit risiko dan perlu lebih sedikit dana.

Baca Juga :  Negeri Parameswara Melaka (Catatan Perjalanan IAITF Dumai ke UiTM Melaka, bagian 1)

Pelayaran melalui selat Malaka memiliki risiko lebih kecil daripada melalui Samudra Hindia di timur Nusantara dan utara Australia. Selain itu, pelayaran melalui selat Malaka memerlukan dana lebih sedikit daripada harus memutari Nusantara. ***

Penulis: Nurul Afika, Mahasiswa Prodi AS,  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Syariah Bengkalis.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *