Jalur Rempah: Memuliakan Masa Lalu untuk Kesejahteraan

Advertisements


BUALNEWS.COM — Sejarah mencatat, rempah bukan sekadar komoditi, namun membawa nilai (value) dan gaya hidup (lifestyle) untuk peradaban global. Begitu pentingnya rempah-rempah dalam kehidupan manusia sehingga ia menjadi penghela perkembangan ekonomi, sosial budaya, dan politik dalam skala lokal dan global.

Jauh sebelum bangsa Eropa datang ke Nusantara, ribuan tahun lalu, Jalur Rempah adalah rute nenek moyang kita menjalin hubungan antarpulau, suku, bangsa, dengan membawa rempah sebagai nilai untuk membangun persahabatan yang membentuk asimilasi budaya dan diplomasi di setiap pesinggahan. Jalur inilah yang akhirnya menghubungkan Nusantara dan dunia.

Menjadikan Jalur Rempah sebagai Warisan Dunia dan rujukan kekuatan diplomasi budaya untuk meneguhkan Indonesia sebagai poros maritim dunia adalah sesuatu yang membanggakan. Namun, tidak cukup dengan itu. Tujuan lain menghidupkan Jalur Rempah adalah untuk mengingatkan kembali kepada generasi muda tentang bagaimana Jalur Rempah membentuk bangsa, negara, dan peradaban Indonesia. Bukan untuk terjebak dalam romantisme sejarah, menghidupkan Jalur Rempah pada saat ini kita maknai sebagai revitalisasi nilai budaya rempah dan bagaimana memanfaatkannya pada masa kini dan masa depan. Kita berharap melalui rempah lahir berbagai kreativitas dan inovasi yang pada akhirnya akan menghadirkan kembali kejayaan masa lalu bangsa Indonesia pada masa sekarang dan mendatang.

Memori Jalur Rempah diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kebanggaan kolektif akan jati diri bangsa, sekaligus memperkuat kembali rajutan kebhinekaan Indonesia melalui interaksi budaya antardaerah yang telah dibangun sejak ribuan tahun lalu. Kita saksikan pada saat ini, bagaimana masyarakat pada titik-titik Jalur Rempah, seperti Aceh, Kepulauan Riau, Medan, Jakarta, Semarang, dan beberapa kota lainnya terlihat menjadi begitu kosmopolitan.

Baca Juga :  Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto Dampingi Presiden RI Resmikan Graha Utama Akademi Militer Magelang

Lebih jauh lagi, menghidupkan Jalur Rempah pada masa sekarang juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat agar terlibat aktif dalam melestarikan, mengembangkan, dan memanfaatkan warisan budaya Jalur Rempah sebagai modal mensejahterakan kehidupan jasmani dan rohani masyarakat yang terlibat di dalamnya. Dalam hal ini, segenap lapisan dari berbagai generasi secara bersama berusaha menempatkan kebudayaan sebagai penghela (driver) dan pemungkin (enabler) pembangunan berkelanjutan dan upaya mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi masyarakat Indonesia. Setiap individu, kelompok, dan institusi bisa terlibat aktif dan memilih peran sesuai porsinya masing-masing dalam menghidupkan Jalur Rempah.

Pada saat ini, kita ketahui misalnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mulai mengembangkan paket-paket wisata memanfaatkan aneka cagar budaya jejak Jalur Rempah. Kemudian juga dikembangkan industri kreatif seperti kriya dan fesyen dengan motif dan bahan pewarna alami dari rempah. Lalu kita juga ketahui, Kementerian Pertanian berupaya mengembalikan kejayaan rempah Nusantara melalui peremajaan dan perluasan kebun-kebun rempah, penguatan industri hilir pengolahan dan pemasarannya. Tak ketinggalan pula, Kementerian Kesehatan yang mulai mengembangkan industri obat herbal dan kecantikan berbasis rempah asli Nusantara.

Dengan demikian, menghidupkan Jalur Rempah adalah sebuah Gerakan Rekonstruksi dan Revitalisasi Budaya dalam dimensi yang luas sehingga mampu menggerakkan kesadaran seluruh elemen untuk merawat warisan kebhinekaan, mewujudkan kesejahteraan rakyat, dan juga memperkuat diplomasi budaya bangsa Indonesia di antara bangsa-bangsa dunia.

Jalur Rempah pada masa sekarang harus diwujudkan secara kolektif, menyentuh berbagai aspek kehidupan yang belum tersentuh sebelumnya. Jalur Rempah bisa memberikan perspektif yang unik sebagai pintu masuk untuk berkontribusi dalam memperkaya upaya menjawab tantangan kontemporer, seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, pengentasan kemiskinan, kesetaraan, dan berbagai tantangan lainnya. Jalur Rempah bukan semata warisan, Jalur Rempah adalah masa depan kita. ***

Baca Juga :  Sujud Dhuha di Musholla Assufah

Daftar Pustaka

Anton Rinawang, “Sejarah Rempah” Juara Apresiasi Kategori Umum Kompetisi Visualisasi Rempah/Jalur Rempah Ditjen Kebudayaan Kemendikbud, 2020

Penulis : Rudi Rinaldo, Program Studi Akuntasi Syariah, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Bengkalis, Provinsi Riau

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *