Alam dan Bangsa Melayu

Advertisements

BUALNEWS.COM — Melayu adalah bangsa, adat tata cara, suku, ras, bahasa atau kebudayaan yang sudah ada di zaman dahulu. Bangsa Melayu sendiri tersebar di berbagai dunia termasuk Indonesia. Kata melayu sendiri berasal dari kata “ Mala” yang berarti mula dan “Yu” yang berarti negeri. Kemudian kata melayu dalam bahasa tamil yang artinya tanah tinggi atau bukit. Melayu juga yang berasal dari istilah ”Malay” yang artinya hujan. Hal ini sesuai dengan negri negeri orang melayu yang pada awalnya terletak di daerah perbukitan seperti yang sudah disebutkan dalam sejarah Melayu.

Sangat sulit ketika berbicara tentang asal usul bangsa Melayu kuno yang dikarenakan tidak terdapat data akurat yang banyak. Kesulitan yang lain diantaranya adalah ketidaksesuaian antara kebudayaan dan ras karena ras yang berlainan dapat mendukung kebudayaan yang sama,dan ras yang sama bisa memiliki budaya yang berlainan dapat jua terjadi pendukung kebudayaan yang sama terdiri atas populasi multirasial, baik menyatu atau terpisah. Istilah Melayu sering kita dapatkan dinama suku bangsa, bahasa, kebudayaan, yakni suku Melayu, bahasa Melayu, kebudayaan Melayu,dan bisa menyaksikan wujudnya di kawasan Asia Tenggara. Akan tetapi istilah Melayu sendiri sering dihubungkan dengan sebuah kerajaan yang pernah berkembang pada abad 7 Masehi, dan menimbulkan banyak interpretasi.

Definisi Melayu menjadi berdasarkan budaya dan adat, di mana orang Melayu adalah orang yang mempuyai etika, tingkahh laku dan adat Melayu. Pada waktu Islam mulai dianut didaerah Sumatera dan Semenanjung Malaka. Keyakinan dan ketaatan terhadap agama Islam menjadi salah satu ciri khhas dari orang Melayu.

Baca Juga :  Sampah Plastik di Indonesia: Tanggung Jawab Bersama untuk Mengatasi Masalah Lingkungan

Asal usul bangsa Melayu merupakan sesuatu yang sukar ditentukan, walaupun terdapat beberapa kajian dilakukan untuk menjelaskan perkara ini. Secara umum terdapat 2 teori mengenai asal usul bangsa melayi yaitu, (a) Bangsa Melayu berasal dari Yunan (Teori Yunan), dan (b) Bangsa Melayu berasal dari Nusantara (Teori Nusantara).

Zaman Melayu kuno, ditandai dengan masuknya orang-orang austronesia (orang Melayu wilayah Nusantara dari berbagai wilayah Asia). Mereka datang dan berbaur oleh penduduk di Nusantara yakni terdiri dari ausraloid, Melanesia, dravia, Melayu purba. Melayu terpisah menjadi Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam, Singapure. Suku Melayu berdagang atau bermigrasi di wilayah Asia tenggara sejak dahulu. Asal mula nama Melayu berasal dari kerajaan Melayu yang pernah berdiri di sunggai batang hari Jambi. Namun kerajaan tersebut takluk dibawah kekuasaan Sriwijaya. Seiring dengan berkembangnya pesatnya kerajaan Sriwijaya menjadi pusat perdagangan Asia tenggara kemudian meluas ke berbagai daerah. Bahasa Melayu juga digunakan dalam proses berinteraksi pada sesama pedagang dari berbagai suku. Suku Melayu merupakan rukun terbesar di Indonesia. Tak hanya di Indonesia dibeberapa kawasan barat Asia lainnya pun tersebar pula suku Melayu. Secara ras atau rumpun bangsanya, Melayu di Indonesia dibedakan menjadi dua kelompok yaitu Melayu Deutero dan Melayu Proto.

Melayu Deutro / Deutro Malayan adalah rumpun Melayu Muda yang datang setelah Melayu Proto pada Zaman Logam sekitar tahun 500 SM. Rumpun yang masuk pada gelombang kedua tersebut meliputi suku bangsa Melayu, Aceh, Lampung, Minangkabau, Manado,[butuh rujukan] yang bermukim di pulau Sumatra, Jawa, Bali, Madura, dan Sulawesi.

Melayu Proto / Proto Malayan adalah rumpun Melayu Tua yang datang pertama kali pada masa 1500 SM meliputi suku bangsa Dayak, Toraja, Sasak, Nias, Batak, Anak dalam, Enggano, dll. Yang tinggal di pulau Kalimantan, Sulawesi, Nias, Lombok, dan Sumatra.

Baca Juga :  Akad Ijarah

Jadi untuk saat ini yang dianggap menjadi peradaban melayu adalah sebuah peradaban yang sudah didapatkan oleh masyarakat melayu dari masa ke masa pada mana pun mereka berada, baik peradaban orisinal masyarakat melayu mau pun peradaban melayu yang sudah dipengaruhi oleh, kepercayaan, norma-norma dan budaya. Pertemuan antar budaya menyebabkan terjadinya akulturasi, adaptasi, dan asimilasi budaya yang kemudian berkembang serta terus berubah mencari bentuk yang baru dari yang lama mewujudkan suatu masyarakat yang beragam, yang multietnik serta melahirkan sosok dan rona buda yang beragam yang lebih maju. Bangsa Deutro Melayu bagi perkembangan bangsa Indonesia kini digunakan sebagai upacara memanggil hujan dan budayanya masih terdapat hingga kini yang merupakan salah satu kebudayaan bangsa Deutro Melayu atau sering diklaim kebudayaan dongson Indonesia atau lebih dikenal perunggu.

Kedudukan bangsa Deutro Melayu dianggap penting bagi bangsa Indonesia karena inilah bangsa yang pertama kali membawa peradaban modern ke Indonesia. Seperti perdagangan, pelayaran serta banyak lagi. Salah satu yang akan terjadi kebudayaan orang melayu diantaranya seperti hasil budayanya yang terkenal merupakan kapak corong, kapak sepatu, dan nekara. Selain kebudayaan logam, bangsa Deutero Melayu juga mengembangkan kebudayaan Megalitikum, yaitu kebudayaan yang membentuk bangunan yang berasal batu. Proses bangsa Proto Melayu mampu hingga ke Indonesia, Bangsa Melayu Tua (ProtoMelayu) menetap pada Indonesia melalui 2 jalur yaitu: Jalan baratasal wilayah Yunan (Cina Selatan) berpindah melalui Selat Malaka (Malaysia) lalu masuk ke pulau sumatera dan masuk ke Pulau Jawa. Bangsa Melayu sangat erat menggunakan Islam begitu dalam menyampaikan Islam dalam kebudayaan melayu jadi banyak kelas mengatakan bahwa Melayu identik menggunakan Islam. Hal ini ditimbulkan adanya pepatah budaya yang mengungkapkan “syarak mengatan adat memakai”, yang mengandung arti bahwa adat merupakan operasional asal nilai-nilai Islam.

Baca Juga :  Menjelajahi Potensi Ekonomi Syariah: Menggali Peluang Halal di Era Globalisasi

Referensi :

https://kesbangpol.riau.go.id/company/berita-detail/97dbed60-94f5-4c43-81b9-667d72979227/sejarah-asal-usul-bangsa-melayu

Setiawati, Alfina Dias, Ira Putri Salsabila, and Nanda Aprilia. “Asal Usul Peradaban Bangsa Melayu di Indonesia.”

Penulis : Devi Aulia (202301013), Program Studi Akuntansi Syariah Reg.A, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Syariah Bengkalis, Provinsi Riau

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *