Gondang Talam

BUALNEWS.COM — Godang talam itulah nama kuenya. Terbuat dari tempung terigu, dicampur pandan dan lalu dikukus pada alat pengukus.

Menariknya, kue ini adalah pada saat sudah merasa matang, baru kemudian dimasukan santan kelapa pada saat kue masih dalam alat pengukus. Lalu, setelah diberi santan kemudian dikukus kembali dalam waktu yang tidak terlalu lama. Hasilnya, kue kondang talam sudah siap dinikmati.

Soal rasa jangan diragukan, ada manis, asin dan citra rasa khas makanan orang kampung. Semakin berasa dimana pada saat dikukus maka wajib hukumnya beralaskan daun pisang. Dan daun pisangnya juga harus dipanggang dengan tidak terlalu lucuh.

Rasa daun pisang inilah membuat kue gondang talam selalu digemari dan menjadi makanan khas di kampung. Biasanya, kue ini hanya disajikan pada saat-saat waktu tertentu saja dibuat. Termasuk pada waktu menyambut bulan suci Ramadhan, saat petang belimau menjadi makanan yang ditunggu-tunggu.

Rasa ingin juga maka dipuasa kedua, gondang talam kembali disuruh membuatnya. Prosesnya juga cukup berliku.Mulai dari mencari daun pisangnya saat melintas jalan pulang ke Dumai dengan singgah disalah satu tempat penjual nenas. Akhirnya, nenas dibeli satu ikat dengan isinya 4 buah dan buah apokat 1 kilogram. Plus, satu dahan daun pisang gratis.

Bukan soal gratisnya, tapi soal nilai berbagi dengan sama-sama berharap pahala serta kebaikan. Kebaikan juga tidak memerlukan ukuran lebih atau berkecukupan, tapi lebih kepada soal hati.

Buktinya, pada mbah Ngatiem (59 tahun) si penjual nenas. Dan saya yang semula mau pinjam pisau dan minta daun pisang selembar, tapi kekuatan hati yang semula tak ada niat mau beli nenas serta apokat, tapi Allah SWT gerak untuk saling berbagi. Dalam kondisinya, mbah Ngatiem masih sempat melebihkan 2 buah nenas. Akhirnya, 1 kilo apokat ikut dibeli untuk juga berbagi dari rasa hati saling berharap pahala.

Dari keinginan awal rasa mau makan gondang talam maka akhirnya panjanglah nilai keberkahan di bulan Ramadhan ini. Bisa dapat daun pisang gratis buat kondang talam, nenas gratis 2 buah dan bisa bantu mbah melariskan dagangannya. Kalaulah dihitung – hitung dari prinsip atau hukum jual beli maka taklah mungkin ada yang mau singgah untuk.membelinya. Tapi keberkahan Ramadhan dari rasa ingin makan kondang talam maka bisa kenal dan berbagi.dengan mbah. Sehat selalu Mbah dan Gondang Talamnya juga enak. ***

Penulis: Dawami S.Sos M.I.Kom, Dosen IAITF Dumai, Pegiat Lingkar Pojok Literasi, Jurnalis Senior Wartawan Utama.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.