Perkembangan Agribisnis Buah Naga di Pulau Bengkalis

Advertisements


BUALNEWS.COM — Kabupaten Bengkalis merupakan salah satu daerah di Provinsi Riau yang menjadi sentra produksi buah naga (Hylocereus undatus). Sentra produksi buah naga di daerah ini terdapat di Kecamatan Bantan dan Bengkalis. Pengembangan tanaman buah naga di Kabupaten Bengkalis dimulai sejak tahun 2004 dengan lokasi di Desa Jangkang (Kecamatan Bantan). Lahan yang digunakan merupakan lahan hutan belukar yang dibeli petani untuk dijadikan lahan budidaya tanaman buah naga. Kemudian, dari Desa Jangkang ini budidaya tanaman buah naga ini berkembang ke Kecamatan Bengkalis.

Berdasarkan agroklimat dan tingkat kesesuaian lahan yang letaknya tidak jauh dari pinggir laut, Kabupaten Bengkalis sangat cocok dan berpotensi untuk pengembangan budidaya tanaman buah naga.
Areal tanaman buah naga saat ini di Kabupaten Bengkalis seluas 11 hektar. Seluas 7 Ha ada di Kecamatan Bantan, 4 Ha di Kecamatan Bengkalis. Kedepan, pengembangan budidaya tanaman buah naga di Kabupaten Bengkalis untuk varietas buah naga kuning karena, selain masih langka dan harganya lebih mahal, dan rasanya pun lebih manis. Usahatani buah naga di Pulau Bengkalis masih tergolong baru dan daerah pengembangannya juga masih terbatas. Faktor subsistem produksi dan faktor subsistem pengolahan merupakan masalah sangat serius bagi pengembangan agribisnis buah naga di Pulau Bengkalis.

Hal ini dikarenakan produksi yang belum maksimal sehingga subsistem pengolahan tidak berjalan dengan efektif. Faktor lain yang sangat berpengaruh terhadap tingkat produksi dan pendapatan adalah strategi dalam menjalankan usahatani buah naga tersebut. Sistem agribisnis yang baik sangat berpengaruh terhadap pengembangan suatu usaha buah naga di Pulau Bengkalis. Sistem agribisnis tersebut meliputi subsistem penyediaan sarana produksi, subsistem produksi, subsitem pengolahan, subsistem pemasaran, subsistem lembaga penunjang. Pengembangan agribisnis tidak akan efektif dan efisien bila hanya mengembangkan salah satu sistem yang ada di dalamnya. ***

Baca Juga :  Pulau Rupat dalam  Ceruk Peradaban Selat Melaka

Penulis : Anisha Safiera, Program Studi Perbankan Syari’ah STIE Syari’ah Bengkalis

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *