Bangga Menjadi Mahasiswa Ekonomi Syariah

Advertisements

BUALNEWS.COM — Menjadi mahasiswa bukanlah waktunya lagi untuk bermain-main dalam menuntut ilmu. Karena menjadi mahasiswa adalah tingkat tertinggi dalam jenjang pendidikan. Dan harus sudah fokus untuk menata masa depan. Nah untuk menggapai masa depan tersebut kita sebagai mahasiswa tidak hanya bersandar pada nilai saja. Tetapi juga harus beretika, beradab, mempunyai relasi yang luas, hubungan yang baik dengan teman-teman, dosen, dan orang-orang di sekitar kita. Terutama Ridho orang tua agar kita dilancarkan dalam menyelesaikan pendidikan jenjang ini.

Selain itu juga aku memilih untuk bergabung dalam Prodi ekonomi syariah pada jenjang pendidikan ini. Sebab ekonomi syariah mempunyai lapangan pekerjaan dengan peluang yang besar. Lulusan ekonomi Islam atau ekonomi Syariah dapat berkarir di berbagai lembaga keuangan, baik ke lembaga keuangan bank maupun lembaga keuangan non bank, baik berbasis Syariah maupun non Syariah. Misal PNS, ahli ekonomi syariah, staf keuangan syariah, konsultan bisnis syariah, staf perbankan syariah, staf lembaga Islam,staf asuransi syariah, dan masih banyak lagi. Serta lulusan program studi ini juga dipersiapkan untuk menjadi seorang ahli ekonomi atau ekonom.

Dalam kehidupan manusia tidak lepas dari yang namanya ekonomi mulai dari bangun tidur sampai hendak tidur lagi. Hal ini karena setiap sendi kehidupan digerakkan oleh yang namanya ekonomi. Tanpa berjalannya ekonomi maka semua hal akan terganggu. Dengan adanya ekonomi syariah maka kita menempati peranan yang penting dalam masyarakat. Dalam melakukan kegiatan ekonomi dengan berdasarkan prinsip-prinsip Islam.

Mengingat di Indonesia mempunyai penduduk yang mayoritasnya memeluk agama Islam. Justru ini menjadi kesempatan untuk kita mengembangkan ekonomi syariah dengan berbagai inovasi seiring dengan berkembangnya perkembangan zaman. Agar kita bisa lebih dalam lagi mengenal dan memahami ekonomi syariah. Salah satunya adalah dengan masuk kejurusan ekonomi syariah. Dan di dalam ekonomi syariah ini tentu kita mempelajari ilmu ekonomi dari perspektif Islam berdasarkan Alquran dan hadis.

Baca Juga :  Kebiasaan Literasi Sekolah dan Budaya Baca Siswa

Saya memilih bergabung atau masuk ke dalam program studi ekonomi syariah selain karena peluang kerja yang luas, latar belakang orang tua saya pekerjaannya wiraswasta( berdagang sembako ). Dan saya juga sudah biasa membantu orang tua saya dalam berdagang. Jadi saya sudah biasa bertransaksi jual beli di mana jual beli juga merupakan salah satu kegiatan ekonomi. Karena saya merupakan seorang muslim maka saya ingin setiap kegiatan ekonomi saya mendapatkan berkah dari Allah karena pada dasarnya kegiatan ekonomi itu diperbolehkan dalam Islam kecuali terdapat larangan dalam Alquran dan hadis.

Dan belajar ekonomi syariah ini diajarkan apa-apa saja larangan Allah dalam kegiatan ekonomi. Karena kegiatan ekonomi pada umumnya hanya fokus pada kebutuhan duniawi saja dengan adanya ekonomi syariah ini maka dapat menjadi pedoman untuk kita sebagai umat muslim atau menjadi pegangan kita untuk melakukan setiap kegiatan ekonomi.

Perkembangan ekonomi syariah mengalami perkembangan signifikan meskipun relatif melambat jika dibandingkan pada saat awal kemunculannya pada tahun 1990-an. Ekonomi syariah banyak terkonsetrasi pada sektor finansial yang akan melambat jika tidak didukung sektor riil. Tantangan dalam mengembangkan ekonomi syariah akan lebih mudah diatasi jika ada upaya yang serius dari semua pemangku kepentingan.

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) tentu harus berada di garis depan memberi pemikiran dan mengurai permasalahan yang ada. Dari berbagai indikator seperti posisi (ranking) ekonomi syariah di dunia, pangsa pasar, kontribusi sektor syariah terhadap produk halal, serta transaksi melalui digital terhadap produk halal menunjukkan bahwa ekonomi syariah di Indonesia terus berkembang.

Di sini saya memilih Ekonomi Syariah bukan karena akreditasinya apa atau karena kampusnya dimana tetapi karena ingin belajar ekonomi dengan prinsip Islam. Dan Alhamdulillah sekarang saya sudah masuk di jurusan Akuntansi Syariah dan sebenarnya mau di mana mau di mana kita bersekolah atau apapun jurusannya yang kita yang kita ambil itu semua tergantung dari diri kita masing-masing mau atau tidaknya kita berkomitmen dengan apa yang sudah kita tuju.

Baca Juga :  Utamakan Kebutuhan Dibandingkan Keinginan

Penulis : Shelly Novita, Akuntansi Syari’ah, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syari’ah Bengkalis

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *